Hai, Maret.
Rasanya sudah lama tak menyapa. Rasanya sudah lama tak bersenda gurau. Rasanya sudah tak sehangat dulu. Rasanya tak seperti dulu.
Hai,Maret.
Tahun lalu, memberikan banyak lukisan yang cantik di tiap harinya.
Hai, Maret.
Aku rindu. Rindu pada tiap goresan yang kauberikan. Aku rindu menikmati hujan sambil duduk berhadapan denganmu. Aku rindu tersenyum saat membuka pesan darimu. Hanya sebuah kalimat pendek, hanya sebuah kalimat. Aku terlalu menggila.
Hai, Maret.
Aku rindu mendapat pesan singkat darimu. Darimu yang pasti bingung ketika membaca ini, atau bahkan tak sama sekali membaca.
Hai, Maret.
Aku rindu tertawa saat berkirim pesan denganmu, kamu selalu berkata, "Gua ngakak,Njir!"
Hai,Maret.
Aku rindu berlari-lari di tengah hujan untuk menemuimu yang sudah kelamaan menungguku.
Hai,Maret.
Aku rindu, namun aku berani menjadi pengecut untuk mengungkapkan yang sebenarnya.
Hai,Maret.
Kau tahu? sudah banyak kalimat-kalimat siap kirim, namun tak satu pun sampai padamu, karena aku menghapusnya.
Hai,Maret.
Aku rindu padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar