Senja kadang
memiliki banyak cerita. Seperti senja di bulan Mei ini. Senja yang memiliki
banyak arti untuk sebagian orang. Termasuk untuk seseorang yang mungkin sedang
merasa beruntung.
Bagaimana ia
tak merasa beruntung karena sepertinya Tuhan banyak mengabulkan doa-doanya
secepat kilat. Bagaimana ia tak merasa beruntung karena ia bisa dipertemukan
dengan sosok yang sangat baik. Sangat lucu. Sama lucunya dengan awal mula
mereka dapat bertemu.
Ia mungkin
tak dapat mengungkapkan semuanya sekarang karena baginya mungkin ini terlalu
cepat walau perasaan seperti meronta ingin segera mengeluarkan semua yang
dipendam.
Satu bulan
yang sangat singkat hingga ia merasa sangat beruntung. Beruntung karena merasa
dihargai sekaligus dihormati oleh seseorang di luar sana. Beruntung karena ia
merasa seperti seorang putri yang sangat berharga. Beruntung,karena ia merasa
ia tak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Kadang, ia berpikir apa
mungkin ada seseorang sebaik itu? Kadang ia berpikir apa ada seseorang yang
mampu memperlakukan ia seperti itu?
Jujur saja,
kadang ia sungguh sangat takut. Takut mungkin ini hanya mimpi atau ini hanya
sebentar saja. Namun, semakin ia berpikir tentang itu, ia semakin terjebak
dengan perasaannya sendiri. Perasaan yang sungguh sangat sulit dijelaskan
dengan sebuah cerpen.
Dan, Senja
ini mengajarkan tentang banyak hal. Tentang bagaimana cara bersyukur dan
menerima semuanya dengan lapang dada. Senja kali ini mengajarkan tentang bahwa
seseorang yang tepat kadang datang di waktu yang belum tentu tepat namun tetap
dengan cara yang tepat.
Senja di hari ini mengajarkanku untuk
berterima kasih, berterima kasih kepada Tuhan atas semua yang selalu diberikan
tanpa diminta. Berterima kasih kepada semua yang datang dan pergi. Berterima
kasih kepada dia. Terima kasih. Terima kasih karena sudah membuat diri merasa
beruntung. Bahkan terkadang, saking merasa beruntungnya diri, ia selalu merasa
tak pantas mendapatkannya, mendapatkan semua perhatian yang tumbuh dengan
tulus.
Senja di
luar sana hampir tenggelam, tapi semakin hilang cahayanya, langit semakin
indah.
Senja
sebagai penutup di hari ini.
Bolehkah ia
merasa bahagia?