Senin, 22 Mei 2017

Senja

Senja kadang memiliki banyak cerita. Seperti senja di bulan Mei ini. Senja yang memiliki banyak arti untuk sebagian orang. Termasuk untuk seseorang yang mungkin sedang merasa beruntung.
Bagaimana ia tak merasa beruntung karena sepertinya Tuhan banyak mengabulkan doa-doanya secepat kilat. Bagaimana ia tak merasa beruntung karena ia bisa dipertemukan dengan sosok yang sangat baik. Sangat lucu. Sama lucunya dengan awal mula mereka dapat bertemu.
Ia mungkin tak dapat mengungkapkan semuanya sekarang karena baginya mungkin ini terlalu cepat walau perasaan seperti meronta ingin segera mengeluarkan semua yang dipendam.
Satu bulan yang sangat singkat hingga ia merasa sangat beruntung. Beruntung karena merasa dihargai sekaligus dihormati oleh seseorang di luar sana. Beruntung karena ia merasa seperti seorang putri yang sangat berharga. Beruntung,karena ia merasa ia tak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Kadang, ia berpikir apa mungkin ada seseorang sebaik itu? Kadang ia berpikir apa ada seseorang yang mampu memperlakukan ia seperti itu?  
Jujur saja, kadang ia sungguh sangat takut. Takut mungkin ini hanya mimpi atau ini hanya sebentar saja. Namun, semakin ia berpikir tentang itu, ia semakin terjebak dengan perasaannya sendiri. Perasaan yang sungguh sangat sulit dijelaskan dengan sebuah cerpen.
Dan, Senja ini mengajarkan tentang banyak hal. Tentang bagaimana cara bersyukur dan menerima semuanya dengan lapang dada. Senja kali ini mengajarkan tentang bahwa seseorang yang tepat kadang datang di waktu yang belum tentu tepat namun tetap dengan cara yang tepat.
 Senja di hari ini mengajarkanku untuk berterima kasih, berterima kasih kepada Tuhan atas semua yang selalu diberikan tanpa diminta. Berterima kasih kepada semua yang datang dan pergi. Berterima kasih kepada dia. Terima kasih. Terima kasih karena sudah membuat diri merasa beruntung. Bahkan terkadang, saking merasa beruntungnya diri, ia selalu merasa tak pantas mendapatkannya, mendapatkan semua perhatian yang tumbuh dengan tulus.
Senja di luar sana hampir tenggelam, tapi semakin hilang cahayanya, langit semakin indah.
Senja sebagai penutup di hari ini.

Bolehkah ia merasa bahagia? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar