Pagi yang sejuk. Embun pagi terlihat masih menyelimuti
daun-daun di halaman depan. Pagi yang
memberikan satu pertanyaan yang baru.
Sebuah pertanyaan yang tidak tahu kapan ada jawabannya. Sebuah
pertanyaan yang hanya bisa dipikir dan dijawab kepada diri sendiri.
Seorang gadis duduk di pelataran kafe bernuansa hijau, tak
ada yang bisa ia lakukan kecuali terus menulis sambil mengamati jalan,
terkadang juga orang-orang yang datang ke kafe bergaya klasik itu. Ia samar-samar
melihat pasangan muda yang sepertinya mereka berpacaran karena sang laki-laki
sibuk menggandeng tangan perempuannya sambil terus saling melemparkan senyum
termanis masing-masing.
Gadis itu melihat juga seorang pria berumur sekitar 20-23
tahun sudah duduk sendirian menghadap jendela besar di depannya. Pria itu berbadan tegap dengan kemeja
kotak-kotak berwarna biru terus menyeruput kopi panasnya.
Selain itu ada pula beberapa gadis yang tertawa
terbahak-bahak karena mendegar lelucon seorang temannya yang sudah dipastikan
membicarakan teman lainnya.
Dan terakhir, gadis itu sendiri sibuk dengan laptopnya
menulis apa yang ia lihat dan rasakan.
Beberapa waktu lalu, ia baru saja memilih, memilih sebuah
pilihan yang seumur hidupnya tak pernah ingin itu terjadi dalam hidupnya.
Gadis itu pernah mencintai seseorang yang sangat teramat
hingga ia tidak bisa merasakan cinta lain. Bertahun-tahun ia hanya bisa
memendam saja, hingga sakit hingga lelah.
Gadis itu terus menyimpan laki-laki yang pernah
memberikannya sebuah harapan yang tidak jelas di dalam hatinya.
Satu, dua tahun.. gadis itu terlalu lelah, gadis itu tidak
punya harapan. Laki-laki itu sudah jauh, sangat jauh, dan mungkin sudah
melupakannya.
Beberapa bulan terakhir, seorang pria datang, entah
bagaimana Tuhan menghadirkannya dalam kehidupan gadis itu. Yang jelas, pria itu
bisa menjadi penyejuk bagi gadis itu.
Pria itu datang seperti memberikan sebuah pemahaman mengenai
cinta yang baru. Dan gadis itu mulai jatuh cinta kepada pria itu, tentunya
dengan pemahaman arti cinta yang baru.
Tapi bagaimana jika tiba-tiba laki-laki yang dulu menghilang
datang? Bagaimana jika tiba-tiba laki-laki yang dulu dicinta hadir dengan
memberikan sebuah penjelasan? Penjelasan
yang cukup menjelaskan mengapa ia meninggalkan gadis itu waktu dulu.
Gadis itu hanya bisa diam ketika mendapati penjelasan itu. Gadis
itu masih diam saat pria itu ingin memperbaiki semua, gadis itu masih terdiam
saat pria itu bertanya, “ Apa sudah terlambat?”
Gadis itu tak mau merespon apapun lagi, berkali-kali pria
itu mencoba membuat gadis itu menyukainya kembali. Berkali-kali pun ia menepis bahwa semua sudah berlalu,
semua tidak bisa terulang lagi.
Bagaimana bisa? Kini gadis itu sudah jatuh dalam hati lain. Hati
yang terlalu indah untuk disakiti apalagi dikhianati.
Pria yang bertahun-tahun
menghilang, datang lalu hanya berkata, “Maaf, apa sudah terlambat?”
Pria yang tidak punya kejelasan bertahun-tahun lalu datang
dan berkata, “Apa tidak bisa kita saling melupakan yang lalu, dan memulai yang
baru?”
Gadis itu tidak tahu dan juga tidak ingin menyalahi takdir
yang ada. Ia datang kembali bukan karena inginnya, justru gadis itu sudah lama
mengikhlaskan semuanya. Bahkan sudah mengikhlaskan pria itu.
Gadis itu sudah memulai lembaran baru. Sungguh. Ia sudah
mencintai hati yang lain. Pria yang berusaha menjaga perasaannya, menjaganya,
bahkan mencoba membahagiakannya. Pria yang berusaha untuk selalu ada, di mana
pun dan kapan pun.
Bagaimana bisa ia tidak jatuh cinta? Pria itu adalah apa
yang ia doakan selama ini. Pria yang diinginkannya sejak lama.
Namun, gadis itu tidak bisa diam lagi ketika pria yang dulu
ia cinta memintanya untuk memilih. Memilih
untuk bersamanya atau dengan hati yang baru.
Dan gadis itu sudah memilih.
Gadis itu memang tidak tahu apa yang akan terjadi
setelahnya, gadis itu pun tidak tahu apa hati yang baru ia pilih mungkin akan menyakitinya
lagi atau tidak, namun setidaknya gadis itu sudah memilih hal yang baik
menurutnya.
Tak terasa waktu berlalu cepat, gadis itu pergi meninggalkan kafe sambil memeluk laptop dan memasukinya ke dalam mobilnya.
Gadis itu harus menemui hati yang baru yang sudah ia pilih untuk dapat membuatnya bahagia. Dengan pemahaman cinta yang baru, gadis itu ingin sekali bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar