Sabtu, 01 Juli 2017

Pagi,Juli

Pagi yang sejuk. Embun pagi terlihat masih menyelimuti daun-daun di halaman depan.  Pagi yang memberikan satu pertanyaan yang baru.
Sebuah pertanyaan yang tidak tahu kapan ada jawabannya. Sebuah pertanyaan yang hanya bisa dipikir dan dijawab kepada diri sendiri.
Seorang gadis duduk di pelataran kafe bernuansa hijau, tak ada yang bisa ia lakukan kecuali terus menulis sambil mengamati jalan, terkadang juga orang-orang yang datang ke kafe bergaya klasik itu. Ia samar-samar melihat pasangan muda yang sepertinya mereka berpacaran karena sang laki-laki sibuk menggandeng tangan perempuannya sambil terus saling melemparkan senyum termanis masing-masing.
Gadis itu melihat juga seorang pria berumur sekitar 20-23 tahun sudah duduk sendirian menghadap jendela besar di depannya.  Pria itu berbadan tegap dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru terus menyeruput kopi panasnya. 
Selain itu ada pula beberapa gadis yang tertawa terbahak-bahak karena mendegar lelucon seorang temannya yang sudah dipastikan membicarakan teman lainnya.
Dan terakhir, gadis itu sendiri sibuk dengan laptopnya menulis apa yang ia lihat dan rasakan.
Beberapa waktu lalu, ia baru saja memilih, memilih sebuah pilihan yang seumur hidupnya tak pernah ingin itu terjadi dalam hidupnya.
Gadis itu pernah mencintai seseorang yang sangat teramat hingga ia tidak bisa merasakan cinta lain. Bertahun-tahun ia hanya bisa memendam saja, hingga sakit hingga lelah.
Gadis itu terus menyimpan laki-laki yang pernah memberikannya sebuah harapan yang tidak jelas di dalam hatinya.
Satu, dua tahun.. gadis itu terlalu lelah, gadis itu tidak punya harapan. Laki-laki itu sudah jauh, sangat jauh, dan mungkin sudah melupakannya.
Beberapa bulan terakhir, seorang pria datang, entah bagaimana Tuhan menghadirkannya dalam kehidupan gadis itu. Yang jelas, pria itu bisa menjadi penyejuk bagi gadis itu. 
Pria itu datang seperti memberikan sebuah pemahaman mengenai cinta yang baru. Dan gadis itu mulai jatuh cinta kepada pria itu, tentunya dengan pemahaman arti cinta yang baru.
Tapi bagaimana jika tiba-tiba laki-laki yang dulu menghilang datang? Bagaimana jika tiba-tiba laki-laki yang dulu dicinta hadir dengan memberikan sebuah penjelasan?  Penjelasan yang cukup menjelaskan mengapa ia meninggalkan gadis itu waktu dulu.
Gadis itu hanya bisa diam ketika mendapati penjelasan itu. Gadis itu masih diam saat pria itu ingin memperbaiki semua, gadis itu masih terdiam saat pria itu bertanya, “ Apa sudah terlambat?”
Gadis itu tak mau merespon apapun lagi, berkali-kali pria itu mencoba membuat gadis itu menyukainya kembali. Berkali-kali  pun ia menepis bahwa semua sudah berlalu, semua tidak bisa terulang lagi.
Bagaimana bisa? Kini gadis itu sudah jatuh dalam hati lain. Hati yang terlalu indah untuk disakiti apalagi dikhianati.
Pria yang bertahun-tahun  menghilang, datang lalu hanya berkata, “Maaf, apa sudah terlambat?”
Pria yang tidak punya kejelasan bertahun-tahun lalu datang dan berkata, “Apa tidak bisa kita saling melupakan yang lalu, dan memulai yang baru?”
Gadis itu tidak tahu dan juga tidak ingin menyalahi takdir yang ada. Ia datang kembali bukan karena inginnya, justru gadis itu sudah lama mengikhlaskan semuanya. Bahkan sudah mengikhlaskan pria itu.
Gadis itu sudah memulai lembaran baru. Sungguh. Ia sudah mencintai hati yang lain. Pria yang berusaha menjaga perasaannya, menjaganya, bahkan mencoba membahagiakannya. Pria yang berusaha untuk selalu ada, di mana pun dan kapan pun.
Bagaimana bisa ia tidak jatuh cinta? Pria itu adalah apa yang ia doakan selama ini. Pria yang diinginkannya sejak lama.
Namun, gadis itu tidak bisa diam lagi ketika pria yang dulu ia cinta memintanya untuk memilih.  Memilih untuk bersamanya atau dengan hati yang baru.

Dan gadis itu sudah memilih.
Gadis itu memang tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya, gadis itu pun tidak tahu apa hati yang baru ia pilih mungkin akan menyakitinya lagi atau tidak, namun setidaknya gadis itu sudah memilih hal yang baik menurutnya.

Tak terasa waktu berlalu cepat, gadis itu pergi meninggalkan kafe sambil memeluk laptop dan memasukinya ke dalam mobilnya. 

Gadis itu harus menemui hati yang baru yang sudah ia pilih untuk dapat membuatnya bahagia. Dengan pemahaman cinta yang baru, gadis itu ingin sekali bahagia. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar