Senin, 23 Mei 2016

Kisah di 4 Mei

Pagi yang sangat biru, selasa yang sibuk. Hari ini, andai kau tahu aku terlalu sibuk mungkin kalau kau tahu, waktu pun tak pernah memberi jeda bagiku untuk bisa bernapas. Pagi ini, kusempatkan menyelipkanmu dalam serangkaian aktifitasku yang pasti sangat melelahkan hingga pukul 12 malam nanti. Aku banyak merindukanmu akhir-akhir ini dan aku kembali membaca kisah 4 mei lalu. Kusimpan ditempat yang sangat aman yang kuberi nama hati untuk dapat menyimpannya selamanya. Setiap kamu berusaha menyakiti perasaanku, entah kau sadari atau tidak, aku pasti selalu sembuh ketika membaca itu. Kamu terlalu keras untukku. Dan kamu terlalu asing untuk diriku. Kamu terlalu jauh untuk kugapai. Tapi, aku menyukaimu. Kamu terlalu jahat untukku, kamu membingungkan. Satu hari sseperti mengatakan bahwa aku hanyalah satu satunya, dan satu hari berikutnya kamu seperti menolakku lalu mengatakan bahwa kamu tak sungguh denganku. Aku benci dengan itu, tapi aku tetap menyukaimu. Berkali-kali tuhan seperti menunjukkan banyak hal kepadaku. Dan aku, tetap bertahan. Aku hampir menyerah, dan aku menyerahkanmu pada Dia yang memilikimu. Aku bukan siapapun yang pantas mrmilikimu. Lagi lagi tuhan lah yang berhak memilihkan seseorang untuk dirimu. Jika dia bukanlah aku yang tuhan maksud, aku hanya minta semoga tuhan melapangkan dadaku. Dan membantuku mengikhlaskan semuanya, sekali lagi. Aku terlalu terang untukmu, dan terlalu mati untuk bisa bersamamu.