Jumat, 10 Maret 2017

Biru

Biru, malam yang pilu.
Wanita dengan hati yang pilu sedang kesepian. Padahal dia sudah punya kekasih. 
Malam ini, wanita dengan pita di kepalanya menangis di bawah langit hitam yang tidak terlihat satu pun bintang mengelilinginya. 

Salahkah dia jika dia butuh seseorang untuk menjadi tempatnya dalam berkeluh kesah? Salahkah dia jika dia butuh tempat untuk seseorang yang dapat mendengarkan ceritanya?

Baik, Kita kerucutkan saja, Dia butuh kekasihnya. Bukan sahabatnya. 
Biru pernah patah hati. Tapi dia selalu bangkit. Dia selalu menghargai dirinya sendiri. Namun, biru selalu merasa bahwa kekasihnya tidak pernah membutuhkannya. 

Malam ini saja. Rasanya ia ingin kekasihnya kembali. Bertanya tentang segala sesuatu hal.Namun, nampaknya ia tak mendapatkannya. 

Biru tidak membenci kekasihnya, Ia hanya membenci keadannya. 
Biru selalu benci ketika warna lain memberikan perhatian kepadanya, bahkan merindukannya. 
Biru benci itu. 
Biru ingin merasakan rindu dari kekasihnya saja. 
Namun, biru hanya mendapatkan kata, bukan rasa. 

Malam ini saja, Biru ingin kembali. Biru ingin dimengerti. Namun, kekasihnya malah pergi meninggalkan biru dan enggan mendengarkan Biru. "Saya sedang tidak mood hari ini."


Padahal hanya sebuah kalimat. Namun rasanya sakit ketika terus mengingatnya. 







Malam dari Biru. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar